728 x 90



Spiritualitas

Spiritualitas

Matteo Ricci masuk ke Cina dengan tujuan memperkenalkan agama Kristen tetapi dia memakai pendekatan yang sungguh mengagumkan.

Dia memakai sistem penghargaan pada budaya dan agama setempat dengan prinsip bahwa Tuhan telah menaruh kebenaran dan cahayanya, bagaimanapun kecilnya, pada setiap agama dan adat.

Maka adat Cina yang sangat kaya, dia pelajari dengan teliti. Bahasa dan budaya serta ilmu menjadi perhatian utama: Matteo Ricci sungguh mempelajarinya sedalam-dalamnya untuk mengerti cara berpikir dan hati orang Cina.

Begitu juga dengan agama. Dia menunjukkan bahwa dia bukan membawa agama serba baru, mau menghapus yang lama, tetapi membawa agama yang mengembangkan dan melengkapi agama kong hu chu yang mereka anut. Sesudah mereka tidak curiga lagi dan terbuka bagi agama kristiani, baru dia tawarkan nilai injili yang lebih tinggi dengan mempergunakan cara budaya mereka.

Dalam agama kuno itu banyak nilai yang dapat diambil; dia tekankan, misalnya, kasih kepada sesama, menguasai diri terhadap keinginan jahat dengan keunggulan mental,dan nilai-nilai lain yang dia temukan dalam agama kuno.

Sesudah mempelajari adat dan agama, terutama kong fu chu, dia menemukan bahwa banyak ritus tidak mengandung unsur kepercayaan; maka dia mengatakan bahwa itu boleh dipergunakan karena ritus itu adalah espresi budaya saja. Hal ini menjadi masalah besar sesudah dia meninggal!

Matteo Ricci menjadi orang yang selalu mengutamakan DIALOG; mulai dari penghargaan terhadap manusia, agama, budaya yang dijumpainya untuk mencari titik temu yang bisa menghilankan rasa curiga untuk membangun kesatuan dan berkembang bersama dengan sumbangan dan keterlibatan semua pihak.